Monthly Archives: May 2017

sunshine-vitamin

Ketahui Apa Yang Dimaksud Diet Matahari Yang Lagi Ngetrend

Ketahui Apa Yang Dimaksud Diet Matahari Yang Lagi Ngetrend

cleanseday.com – Hongkong memang terkenal memiliki deretan tren aneh. Mulai dari tren menyentuh pusar, tren selfie dengan deretan koin di tulang dekat leher. Dan sekarang mereka ini sedang menggemari sebuah tren baru. Tren menurunkan berat badan dengan sinar matahari, alias diet matahari.

Mereka ini sekarang tidak perlu lagi harus menjadi vegetarian dan melakoni deretan diet ketat, mengurangi asupan protein ataupun menjalani jadwal fitness yang ketat. Mereka ini kebanyakan sekarang melakukan diet matahari, dengan berdiri dan menatap ke matahari secara langsung tepat sebelum matahari tenggelam.

Menurut mereka, dengan berdiri menatap matahari ini mereka akan menyerap energi matahari dan menggantikan kalori yang biasanya mereka peroleh dari makanan.

Pada sore hari pemandangan para wanita yang berdiri menghadap matahari ini sudah menjadi pemandangan yang biasa. Kebanyakan mereka masih menggunakan seragam kantor dan datang ke pantai untuk menatap matahari.

Mereka mengatakan kalau tren ini datang dari benua Eropa, ada harga green coffee di indomaret beberapa kelompok yang mengatakan kalau menghadap matahari seperti ini dapat meningkatkan penglihatan dan kualitas tidur. Biasanya para wanita yang melakukan ini berdiri selama 30 menit secara terus menerus.

Memang belum dapat dibuktikan secara ilmiah apakah tren diet semacam ini dibenarkan. Tapi kalau memang mereka ini berhenti mengkonsumsi kalori dan menggantikannya dengan sinar matahari, maka sebenarnya ini saudah benar benar salah. Karena bagaimana pun makanan tetap diperlukan bagi tubuh. Belum lagi resiko kanker kulit akibat pemaparan sinar ultraviolet terlalu banyak.

Itulah informasi tentang Ketahui Apa Yang Dimaksud Diet Matahari Yang Lagi Ngetrend, Semoga bermanfaat.

Baca juga : 

prinsip belajar

Teori dan Prinsip-Prinsip Belajar Menurut Para Ahli

Cleanseday.com – Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan juga perbedaan. Dari berbagai prinsip belajar tersebut beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya. Prinsip-prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan atau penguatan, serta perbedaan individual. (Dimyati dan Mudjiono, 2002:42)

1. Perhatian dan Motivasi

Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Perhatian terhadap belajar akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan utntuk belajar lebih lanjut, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya.

Motivasi mempunya peranan penting dalam kegiatan belajar. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi mempunyai kaitan erat dengan minat.

Motivasi dapat bersifat internal, artinya datang dari dirinya sendiri, dan dapat juga bersifat eksternal, artinya datang dari orang lain, guru, orang tua, teman, dan sebagainya.

Motivasi dibedakan atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Motif intrinsik adalah tenaga pendorong yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Motif ekstrinsik adalah tenaga pendorong yang ada di luar perbuatan yang dilakukannya tetapi menjadi penyertanya.

2. Keaktifan

Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendiri.

Menurut teori kognitif, belajar menunjukkan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah informasi yang kita terima, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi.

Dalam setiap proses belajar, siswa selalu menampakkan keaktifan. Mulai dari kegiatan fisik yang berupa membaca, menulis, mendengarkan, berlatih ketermapilan hingga kegiatan psikis seperti memecahkan masalah, menyimpulkan hasil percobaan, membandingkan satu konsep dengan konsep yang lain, dan sebagainya.

3. Keterlibatan Langsung/Berpengalaman

Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekedar mengalami secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya.

Pentingnya keterlibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh Jhon Dewey dengan “learning by doing”-nya. Belajar sebaiknya dialami melalui perbuatan langsung. Belajar harus dilakukan oleh siswa secara aktif, baik individual amupun kelompok dengan cara memecahkan masalah. Guru bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing.

4. Pengulangan

Menurut Teori Psikologi Daya, belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamati, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, berpikir, dan sebagainya.

Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah Teori Psikologi Asosiasi atau Koneksionisme dengan tokohnya yang terkenal Thorndike. Ia mengemukakan bahwa belajar adalah pembentukkan antara stimulus dan respon, dan pengulangan terhadap pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respon benar. www.pelajaran.co.id

Teori Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan dari teori Koneksionisme menyatakan perilaku individu dapat dikondisikan, dan belajar merupakan upaya mengkondisikan suatu perilaku atau respon terhadap sesuatu.

5. Tantangan

Teori Medan dati Kurt Lewin mengemukakan bahawa siswa dalam situasi belajar barada dalam suatu medan atau lapangan psikologis. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu, yaitu dengan mempelajari bahan belajar tersebut.

6. Balikan dan Penguatan

Siswa akan belajar lebih semangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. Hasil yang baik akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya.

Siswa belajar dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Nilai yang baik dapat merupakan operant conditioning atau penguatan positif. Sebaliknya anak yang mendapatkan nilai jelek dan takut tidak naik kelas juga bisa mendorong siswa belajar lebih giat lagi. Ini disebut penguatan negatif atau escape conditioning.

7. Perbedaan Individual

Perbedaan individual berpengaruh terhadap cara dan hasil belajar siswa. Karenanya, perbedaan individual perlu diperhatikan oleh guru dalam upaya pembelajaran.

Sistem pendidikan klasikal yang dilakuan di sekolah kita umumnya kurang memperhatikan masalah perbedaan individual, umumnya pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata, kebisaaan yang kurang lebih sama, demikian pula dengan pengetahuannya.

Pengajaran klasikal artinya seorang guru di dalam kelas menghadapi sejumlah besar siswa (30-40 orang) dalam waktu yang sama menyampaikan bahan pelajaran yang sama pula. Bahkan metodenya pun satu metode yang sama untuk seluruh anak tersebut. (Suryosubroto, 2002:83)

Namun pembelajaran yang bersifat klasikal yang mengabaikan perbedaan individual ini dapat diperbaiki.

Baca juga :